Kemana Hati Berkata 

Sesampainya di ujung desa. Aku berkata pada udara, “Mengapa aku begini?” 

Mereka tak berkata sedikit pun. 

Mereka melambai dan melanjutkan tarian,  melambaibdalam bibir mereka yang tak kudengar. Kulupa bahwa siang ini aku tak melihat nasi,  sesampainya di ujung bel, kulihat waktu. Aku lupa aku tak mengerti bahwa cinta itu datang, lupa dan tak mengerti masa sekarang tak seperti yang dulu. 

Aku mengatakan dan lari dari pertemuan singkat. Sesekali aku mengingat pagi ini aku tak sesekali meneguk air, dahaga yang tak lagi dahaga, nanar mata ini melihatnya yang tak mau pergi dan mengerti. Aku berharap mata ini kuasa menjelang petang. 

Petang, datanglah secepatnya setidaknya aku pernah dan merasa berbaring dengan lembut belaimu. 
22 Januari 2018 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s