Teruntuk Nama

Aku tak mau kan berkiblat dengan selain waktu Waktu tak akan bermain pada detik tuk kembali pada waktu denganmu dengan lamamu dengan tulisanmu dengan senyumanmu dengan canda tawamu Isyaratkan cerita isyaratkan dulu ingat tuk kisah di masa lalu   karena sekaranglah Waktuku     2017

Cerita Mati

Aku melihat siang itu Seorang yang melihat irang mati Aku lihat siang itu, seorang yang menunggu kematian Beberapa lama, sebelum ia didiagnosa mati 6, Tersisa dalam angka 6 Adakah cerita dengan angka menunggu mati   Baiknya cerita Baiknya mampu beri suatu hal yang lebih sebelum mati Apa kau mengiyakannya? Biarkan ia mati pada angka 6 […]

Sebuah Hati Kecil

Bila hati kecil Bila penting Pun akan terasa kecil Pada keadaan yang kecil Keinginan yang terlebih kecil Pabila hati telah melihat dunia Ia melihat ada hal yang besar Yang lebih besar Dan doa yang besar Angan yang besar Tuhan, hambamu berangan Tetaplah jaga hambamu ini, Dari hati yang besar, agar mengecil Agar menjadi kecil Meski […]

Kopi dan Rintik Hujan

Setia, sikapmu berubah, ketiak ini tetap hangat meski cerita perjalanan hujan memudarkan tangis, sembilu, khayalan pada kaca helm yang menutup wajah   Tatkala cerita tak berubah Tatkala kepastian yang ditunggu tak menjawab Sedia payung sebelum hujan, bukanlah hal yang romantis pada ikatan romansa   Jakarta, apakah kau perlu tunjukkan cintamu tanpa banjir? Indonesia, kau juga […]

Hariku Lari

Masih bertahan dengan waktu Keyakinan yang terkapar Membisu Haha Tembok, menertawaiku lagi   Lambat sudah waktu berjalan Sudah saatnya hari berubah lebih Ledih dari harapan-harapan Akupun berlari Lari lagi dari hari ini Hari ini berlari Berlari dariku lagi   Jombang 2016

Sabtu, ‘Slengekan’

Siang yang terik tak ubahnya menjadikan hari cerah, terlebih jam berdetak agak lama. Aku melihat jadwal yang mulai tak seserius biasanya. Dalam benak, kewajiban tak kuhilangkan terhadap anak manusia. Yach, keseharian yang harus kujalani ini tuk menutup akhir pekan. Aku pun masih tetaplah aku yang biasanya, aku yang terlalu percaya pada waktu, aku yang masih […]

Seragam

┬áSebuah Cerpen A.K Basuki   Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba. Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya untuk masuk, tanpa ragu-ragu saya memilih langsung menuju amben di seberang ruangan. Nikmat rasanya duduk di atas balai-balai […]